Komunikasi Efektif
“Brains
aren’t designed to get result; they go in directions. If you know how the brain
works you can set your own directions. If you don’t, then someone else
will.” - Richard Bandler -
Mengacu dari apa yang
disampaikan oleh Richard Bandler di atas, bahwa otak (pikiran) kita dapat
diarahkan untuk mendapatkan suatu hal (hasil). Dalam hal ini kita dapat
memanfaatkan pola komunikasi dengan pendekatan NLP yang mungkin telah kita
pelajari baik secara mandiri ataupun dalam kelas pelatihan/workshop untuk
mengarahkan pikiran orang lain dari apa yang menjadi keinginan kita. Tentu saja
komunikasi ala NLP ini dapat menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin
memahami komunikasi persuasi yang efektif.
Dalam kesempatan kali
ini akan memberikan penjelasan sederhana yang tentunya dapat Anda terapkan
dalam kehidupan nyata.
Pertama-tama Anda
dapat mencari rekan/partner yang sebelumnya tidak perlu Anda beritahu bahwa
Anda sedang melakukan uji coba dari apa yang telah Anda baca ini. Dan kemudian
lakukan langkah-langkah di bawah ini.
§ Ceritakan suatu hal yang dapat
menyentuh perasaan/emosi dari kawan bicara Anda. Anda bebas menentukan cerita dengan kandungan emosi
apa yang ingin Anda sentuh dari kawan bicara Anda. Bisa saja Anda memilih
perasaan bahagia, sedih, senang, dll. Mengapa “perasaan/emosi” menjadi pilihan
yang pertama? Karena perasaan/emosi erat kaitannya dengan bawah sadar. Seperti
apa yang telah saya sampaikan dalam artikel yang sebelumnya (Membangun Koneksi Bawah Sadar) ketika Anda berhasil menyentuh perasaan/emosi kawan
bicara Anda, maka Anda berhasil mendapatkan pikiran bawah sadarnya. Sebagai
contoh, Anda dapat menceritakan pengalaman orang lain yang sangat lucu,
menyedihkan ataupun yang dapat membuat orang marah ketika mendengarnya.
§ Perkuat/perbesar intensitas emosi
kawan bicara Anda. Cara memperkuat
intensitas emosi ini dapat dilakukan dengan cara bertahap, Anda bisa
menceritakan suatu hal yang memiliki level emosi yang berbeda-beda (tentunya
dari cerita satu dan yang lainnya level emosi dalam cerita semakin meningkat).
§ Tanamkan suatu value/ide/gagasan
Anda dalam cerita tersebut. Cerita memiliki kekuatan yang besar dalam menyisipkan
suatu value/ide/gagasan. Oleh karenanya disetiap cerita yang Anda sampaikan
selalu berpikirlah “pesan
apa yang ingin Anda tanamkan dalam pikiran kawan bicara Anda“.
Banyak dari alumni
kelas Covert Conversational Hypnosis yang saya selenggarakan mendapatkan dan
menguasai pola becerita (story
telling) dan memanfaatkan metafora untuk
mempengaruhi pikiran orang lain. Dalam NLP sendiri juga mengenalkan suatu
konsep dan teknik bercerita yang dikenal dengan NESTED LOOP,
dimana dalam teknik ini kita mempelajari untuk menyampaikan pesan yang
disisipkan di bagian tengah pada suatu rangkaian cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar