Berhentilah
menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik.
Itulah motto hidup. Banyak hal diluar jangkauan kemampuan,
keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana berada.
Buat apa fokus pada sesuatu diluar kendali. Lebih baik fokus pada
sesuatu yang bisa dikendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa dijangkau, sesuatu
yang bisa membuat lebih baik. Jadi bila dipikir, sebaiknya fokus saja pada
karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…
Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku
berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…
.....bekerja dengan
sungguh-sungguh & berdoa dengan sungguh-sungguh................Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan.
(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat) BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.
(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Anda) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.
(tingkatkan rasa keyakinan Anda sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA
KEHIDUPAN.
KEHIDUPAN YANG
BERHIKMAH.
Salah satu aplikasi
hipnotis adalah yang dikenal dengan hipnotisme alias stage-hypnotism / street-hypnotism, yakni dunia
orang-orang yang suka menunjukkan bahwa dirinya bisa melakukan hipnotis. Anda
sering lihat gaya yang seperti ini muncul di acara teve. Penghipnotis akan
pilih-pilih subjek untuk dihipnotis, tentu saja memilih subjek yang mudah
dihipnotis dengan metode standard, nggak perlu pakai cara-cara rumit dan lama.
Kemudian para subjek ini diberikan sugesti bermacam-macam, mulai dari yang lucu
sampai yang kadang mempermalukan. Kuncinya adalah: pertunjukan hiburan yang
sekaligus memamerkan bahwa ‘saya bisa menghipnotis’. Benar, terkadang
penampilan si penghipnotis memperhalus diri dengan kata: ini bukan karena
kekuatan saya, namun ini semua karena kepiawaian para subjek dalam
berimajinasi.
Jenis aplikasi hipnotis lain, adalah
yang dipakai para hipnoterapis, orang-orang yang bekerja untuk membantu orang
lain keluar dari masalah melalui terapi berbasis hipnotis. Mereka ini bekerja
di kesunyian, jauh dari puja-pujian dan hiruk pikuk pertunjukan. Mereka tidak pilih-pilih
subjek, semua dilayani. Mau yang mudah dihipnotis dengan teknik standar, maupun
yang perlu diedukasi berjam-jam sampai beberapa hari untuk bisa memasuki hypnotic state. Para terapis ini bersabar, sehingga si subjek berhasil masuk dunia
hipnotik dan kemudian padanya diberikan berbagai jenis terapi maupun sugesti
yang diperlukan. Teknik yang dipakai bisa beragam, dari klasik-otoritarian,
sampai teknik permisif-ericksonian.
Diluar kedua aplikasi diatas, masih ada
praktisi lain yang melakukan hipnotis secara terselubung dan diam-diam, yaitu
para jago covert hypnosis. Berbeda sekali dari
2 jenis diatas, orang-orang ini menghipnotis subjek tanpa sepengetahuan yang
dihipnotis.
Hipnotis jenis diam-diam (covert)
ini bisa saja berwujud: persuasi, iklan, pidato politik, bujuk rayuan, gendam
dan lain-lain. Sedangkan tekniknya juga beraneka ragam, mulai dari teknik
penggunaaan kata-kata berbasis hipnotis, priming, Cialdini approach, confusion techniques (membingungkan), overload critical factor, mind-bending, metaphorical, stacking realities, nested loops, black-ops, clouding, dan lain-lain. Terlalu panjang jika dijelaskan disini, silahkan ikuti kelas / pelatihan.............. AMPUHNYA HYPNOSIS........
Centre of Medical Complementary Training.
Secangkir kopi pahit komplementer
Sekarang baru menjadi primadona bak putri yang cantik turun dari kahyangan.... semenjak adanya regulasi menkes sebagai "tools" praktik mandiri (khususnya bagi para profesi perawat), semakin banyak sekolah tinggi ilmu kesehatan yang melakukan "latah" membuka atau memasukkan kedalam kurikulum pendidikannya demi menjadi sebuah lembaga yang "berbeda".
Selama core profesi belum ketemu makna, dan ditambah "kegelisahan" tak mendapat mahasiswa baru, maka dicanangkanlah "mari bersama-sama memasyarakatkan komplementer & mengkomplementerkan masyarakat"...... sebuah keniscayaan yang setengah dipaksakan karena memahami komplementer medis seutuhnya sudah akan menghabiskan jumlah satuan kredit semester bagi pendidikan profesional, dan menyisipkan materi tersebut sebenarnya hanyalah memiliki target "mengenal & mengetahui".... tak mungkin lebih.... apalagi sekarang ada sebuah "keniscayaan" baru dengan sebuah training komplementer selama 3 (tiga) hari.... sungguh "ruaaarrrr biasa".... dengan terbitkan sertifikasi pula.... DENGAN semangat menabrak tataran etika / attitude serta sembari mencuri2 materi and silabus juga tak apalah......wkwkwkwk......
Secangkir kopi pahit komplementer
Sekarang baru menjadi primadona bak putri yang cantik turun dari kahyangan.... semenjak adanya regulasi menkes sebagai "tools" praktik mandiri (khususnya bagi para profesi perawat), semakin banyak sekolah tinggi ilmu kesehatan yang melakukan "latah" membuka atau memasukkan kedalam kurikulum pendidikannya demi menjadi sebuah lembaga yang "berbeda".
Selama core profesi belum ketemu makna, dan ditambah "kegelisahan" tak mendapat mahasiswa baru, maka dicanangkanlah "mari bersama-sama memasyarakatkan komplementer & mengkomplementerkan masyarakat"...... sebuah keniscayaan yang setengah dipaksakan karena memahami komplementer medis seutuhnya sudah akan menghabiskan jumlah satuan kredit semester bagi pendidikan profesional, dan menyisipkan materi tersebut sebenarnya hanyalah memiliki target "mengenal & mengetahui".... tak mungkin lebih.... apalagi sekarang ada sebuah "keniscayaan" baru dengan sebuah training komplementer selama 3 (tiga) hari.... sungguh "ruaaarrrr biasa".... dengan terbitkan sertifikasi pula.... DENGAN semangat menabrak tataran etika / attitude serta sembari mencuri2 materi and silabus juga tak apalah......wkwkwkwk......
Akhirnya akan bisa ditebak..... demi "tools" praktik mandiri pokoknya pernah ikut pelatihan atau pernah mendengar dalam kuliah apa yang disebut komplementer....
yayaya.....
Memang ketika para ahli berkicau apalagi dengan emblim brevet profesi di bidangnya seolah semua menjadikan "sah demi hukum".... namun sebagai korban bencana massal adalah user dan sang raja pemakai jasa.... yaitu "masyarakat"..... walau disisi lain sebuah menara gading Sekolah Tinggi Kesehatan teruslah berkibar........
Akhirnya kembali kepada statement : “I don’t know! But I’m very
curious is discovering just what is possible for you here today.”....................
yang pasti..... Kesedihan membimbing seseorang membuka dirinya selapis demi selapis, mencapai puncak penemuan akan diri terlihat cahaya indah, ternyata tatkala diri ini berubah dunia juga berubah. Tatkala di dalam semuanya dalam tatanan, maka dunia juga dalam tatanan nan indah.... namun sepi seakan ......Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi....
HAHAHAHAHA.........................................................
Tetap Semangat !!!!
yayaya.....
Memang ketika para ahli berkicau apalagi dengan emblim brevet profesi di bidangnya seolah semua menjadikan "sah demi hukum".... namun sebagai korban bencana massal adalah user dan sang raja pemakai jasa.... yaitu "masyarakat"..... walau disisi lain sebuah menara gading Sekolah Tinggi Kesehatan teruslah berkibar........
yang pasti..... Kesedihan membimbing seseorang membuka dirinya selapis demi selapis, mencapai puncak penemuan akan diri terlihat cahaya indah, ternyata tatkala diri ini berubah dunia juga berubah. Tatkala di dalam semuanya dalam tatanan, maka dunia juga dalam tatanan nan indah.... namun sepi seakan ......Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi....
HAHAHAHAHA.........................................................
Tetap Semangat !!!!



.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar