I don’t know! But I’m very curious is discovering just what is possible for you here today.”

Kamis, 05 Juni 2014

Komunikasi Bagian dari Terapi


Komunikasi Efektif

“Brains aren’t designed to get result; they go in directions. If you know how the brain works you can set your own directions. If you don’t, then someone else will.” - Richard Bandler -

Mengacu dari apa yang disampaikan oleh Richard Bandler di atas, bahwa otak (pikiran) kita dapat diarahkan untuk mendapatkan suatu hal (hasil). Dalam hal ini kita dapat memanfaatkan pola komunikasi dengan pendekatan NLP yang mungkin telah kita pelajari baik secara mandiri ataupun dalam kelas pelatihan/workshop untuk mengarahkan pikiran orang lain dari apa yang menjadi keinginan kita. Tentu saja komunikasi ala NLP ini dapat menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin memahami komunikasi persuasi yang efektif.
Dalam kesempatan kali ini akan memberikan penjelasan sederhana yang tentunya dapat Anda terapkan dalam kehidupan nyata.
Pertama-tama Anda dapat mencari rekan/partner yang sebelumnya tidak perlu Anda beritahu bahwa Anda sedang melakukan uji coba dari apa yang telah Anda baca ini. Dan kemudian lakukan langkah-langkah di bawah ini.
§  Ceritakan suatu hal yang dapat menyentuh perasaan/emosi dari kawan bicara Anda. Anda bebas menentukan cerita dengan kandungan emosi apa yang ingin Anda sentuh dari kawan bicara Anda. Bisa saja Anda memilih perasaan bahagia, sedih, senang, dll. Mengapa “perasaan/emosi” menjadi pilihan yang pertama? Karena perasaan/emosi erat kaitannya dengan bawah sadar. Seperti apa yang telah saya sampaikan dalam artikel yang sebelumnya (Membangun Koneksi Bawah Sadar) ketika Anda berhasil menyentuh perasaan/emosi kawan bicara Anda, maka Anda berhasil mendapatkan pikiran bawah sadarnya. Sebagai contoh, Anda dapat menceritakan pengalaman orang lain yang sangat lucu, menyedihkan ataupun yang dapat membuat orang marah ketika mendengarnya.
§  Perkuat/perbesar intensitas emosi kawan bicara Anda. Cara memperkuat intensitas emosi ini dapat dilakukan dengan cara bertahap, Anda bisa menceritakan suatu hal yang memiliki level emosi yang berbeda-beda (tentunya dari cerita satu dan yang lainnya level emosi dalam cerita semakin meningkat).
§  Tanamkan suatu value/ide/gagasan Anda dalam cerita tersebut. Cerita memiliki kekuatan yang besar dalam menyisipkan suatu value/ide/gagasan. Oleh karenanya disetiap cerita yang Anda sampaikan selalu berpikirlah “pesan apa yang ingin Anda tanamkan dalam pikiran kawan bicara Anda“.
Banyak dari alumni kelas Covert Conversational Hypnosis yang saya selenggarakan mendapatkan dan menguasai pola becerita (story telling) dan memanfaatkan metafora untuk mempengaruhi pikiran orang lain. Dalam NLP sendiri juga mengenalkan suatu konsep dan teknik bercerita yang dikenal dengan NESTED LOOP, dimana dalam teknik ini kita mempelajari untuk menyampaikan pesan yang disisipkan di bagian tengah pada suatu rangkaian cerita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar